Address : Jalan Tanjung Santigi No. 19 Palu, Kec. Palu Timur 94112 | Tlp. (0451) 422192-456397 - Email: smk3palu_2007@yahoo.co.id
Select Language / Translate
Recent Informations
KEGIATAN MANDIRI TERSTRUKTUR (KMT)

Upd: Minggu, 27 November 2016 | 15:16 WIB
DIHARAPKAN PD SELURUH SISWA KLS XII TKJ A/B UTK MENDOWNLOAD DAN MENJAWAB SOAL MATEMATIKA DI WEBSITE SMKN 3 PALU. DIKUMPULKAN MELALUI KETUA KLS PADA TANGGAL ...
Layanan REGISTRASI ALUMNI SMKN3 Palu

Upd: Jumat, 14 Agustus 2015 | 07:19 WIB
Kepada Bapak/Ibu/Sdra(i) Alumni SMKN3 Palu, agar dapat melakukan registrasi di Website www.alumni.smkn3-palu.sch.id dan diharapkan menginput / memasukan data yang benar agar memudahkan komunikasi di TERIMA KASIH. ...
Layanan REGISTRASI GURU/TATA USAHA/SISWA SMKN3 Palu

Upd: Jumat, 5 Desember 2014 | 07:42 WIB
Bapak/Ibu Guru/Tata Usaha dan Siswa SMK Negeri 3 Palu, dimohon agar dapat registrasi Data pribadi di layanan Website www.smkn3-palu.sch.id. Terima Kasih ...
Form Login
NIS. / User :
Password :
Sebagai : Guru / Siswa
Register |
Recent Activity Events
Web Visitors
  Sedang Online     : 2 orang
  Visitor Hari ini
      : 53 visitor
  Total Visitor      
    : 172059 orang
  Tayangan hari ini
: 2432 kali
  Total Tayangan    : 8412449 kali



Category :    

Kurikulum 2013 dihentikan


Posted : Senin, 8 Desember 2014 | 08:10 WIB | By : MARLINA LAPALUTU, S.Kom


Kurikulum 2013 dihentikan, kreatifitas tak boleh Padam

 

Beberapa waktu lalu kita telah mengetahui bahwa kurikulum 2013 telah dihentikan. Hal ini didukung oleh Ombudsman bahkan FSGI (Federasi Serikat Guru Indonesia) meminta kurikulum 2013 dihentikan secara total. Menurut KPAI kurikulum 2013 membuat guru bingung dan siswa terbebani. Bingung karena tidak menguasai aspek pokok apa yang terkandung di dalam kurikulum 2013 sehingga dengan kebingungan dan ketidaksiapan, guru mau tidak mau dituntut untuk menerapkannya kepada peserta didik.

Aspek pokok apa sebenarnya yang terkandung dalam kurikulum 2013 ? (1) Perubahan mind set, (2) Ketrampilan dan Kompetensi guru, (3) Kepemimpinan, kultur, dan manajemen sekolah. Perubahan mind set adalah perubahan pola pembelajaran yang relevan dengan kurikulum 2013. Pola pembelajaran adalah bentuk pembelajaran yang tergambar dari awal sampai akhir yang disajikan secara khas oleh guru. Dengan kata lain, pola pembelajaran merupakan bungkus atau bingkai dari penerapan suatu pendekatan, metode dan teknik pembelajaran.

Berdasarkan Permendikbud nomor 65 tentang standar proses, model pembelajaran yang diutamakan dalam implementasi kurikulum 2013 adalah model pembelajaran inkuiri (inquiry based learning), model pembelajaran discovery (discovery learning), model pembelajaran berbasis projek (project based learning), dan model pembelajaran berbasis permasalahan (problem based learning). Dari model-model pembelajaran ini, diharapkan guru dapat memilih model pembelajaran mana yang sesuai dengan kompetensi yang akan dicapai. Sehingga kegiatan belajar dalam kelas menjadi aktif dan menyenangkan. Selain itu, dari model pembelajaran kurikulum 2013 yang diterapkan mengubah dari teacher center ke student center, dari pasif ke aktif.

Pada kurikulum 2013, selain menerapkan model pembelajaran yang mengubah dari teacher center ke student center, juga menuntut guru agar dalam proses penilaian terhadap peserta didik menggunakan asesmen autentik. Inilah yang sangat menarik dari kurikulum 2013 tetapi sangat pula membingungkan guru. Asesmen autentik adalah asesmen berbasis kinerja (performance based assessment), kecuali Wiggins (1992) yang menyebutnya asesmen alternative. Mueller (2006) memperkenalkan istilah lain sebagai padanan nama asesmen autentik, yaitu asesmen langsung (direct assessment). Dikatakan asesmen langsung karena di dalam asesmen autentik yang diukur langsung pada kinerja yang dilatihkan, berbeda dengan pengukuran paper and pencil test yang bersifat tidak langsung. Sebagai contoh pada asesmen yang mengases prestasi belajar peserta didik. Pada kasus ini bukan prestasi belajar yang diases, tetapi kemampuan menjawab soal-soal.

Asesmen autentik yang diterapkan terdiri dari beberapa jenis, yaitu (1) asesmen portofolio; (2) asesmen unjuk kerja; (3) asesmen proyek; (4) asesmen produk. Dalam implementasinya, guru dituntut untuk mengases peserta didik dari ke-4 jenis tersebut diatas. Penggunaan asesmen autentik juga didorong oleh keinginan agar peserta didik mampu menggunakan pengetahuan dan kecakapan yang telah diperolehnya pada situasi dunia nyata. Oleh karena itu asesmen yang digunakan harus dapat memberikan informasi kepada kita tentang apakah peserta didik kita dapat menerapkan atau tidak pengetahuan dan kecakapan yang telah mereka pelajari didalam situasi dunia nyata.

Kurikulum 2013 dihentikan, berarti akan ada penggantinya, apakah kembali ke kurikulum 2006 ataukah kurikulum baru dengan nama baru. Namun apapun itu, semangat dan kreatifitas guru tidak boleh padam. Ada aspek-aspek yang positif dari kurikulum 2013 diantaranya penerapan model pembelajaran yang aktif dan menyenangkan serta penerapan asesmen autentik yang transparan terhadap peserta didik kita.

Penyempurnaan kurikulum demi kurikulum tentunya untuk kemajuan pendidikan di negeri ini. Pendidikan pada umumnya haruslah bertugas memberdayakan peserta didik agar berhasil hidup pada masanya. Untuk itu segala upaya pendidikan diarahkan untuk mencapai tiga kompetensi : to know, to act, and to value.



Category : Motivasi | 2643 hits

<< Back to Archieve



Jejak-jejak komentar visitor yang menyimak artikel ini (Total : 2 komentar)

@ omogadawoxiq : Selasa, 14 Juni 2016 | 16:10 WIB | Kontak : ukakojeni@asdooeemail.com
foto http://flagylantibioticmetronidazole.net/ - Metronidazole 500 Mg Antibiotic Generic Cialis At Walmart http://levitra-20mg-prices.com/

@ ipufuqaaseje : Selasa, 14 Juni 2016 | 15:52 WIB | Kontak : eqaginu@asdooeemail.com
foto http://flagylantibioticmetronidazole.net/ - Flagyl Cialis Generic Tadalafil http://levitra-20mg-prices.com/



* Silahkan berikan komentar anda seputar artikel yang kami sajikan di atas.

Nama Lengkap :

Kontak (No. HP atau Email) :

Komentar (max. 250 karakter) :


Masukkan Jumlah :